CATATAN

Mulai dari tanaman endemik seperti rasamala, puspa, pasang, saninten, hamirung, kisireum, karembi, damar, dll. Jika beruntung akan menemui anggrek hutan. Tak lupa juga binatang-binatang seperti burung yang dilindungi seperti elang bondol, alap-alap, burung sesep madu, burung kipas, cekaka, burung madu kuning, burung madu pipi merah, burung Madu merah, burung cabe. Selanjutnya jenis burung yang mudah dijumpai adalah kutilang, betet ekor panjang, prenjak tuwu, emprit, cipoh, kepodang, tulung tumpuk dan ayam hutan. Selain burung ada beberapa jenis mamalia yang dilindungi diantaranya adalah owa, surili dan lutung yang merupakan jenis endemik TNGGP. Perjalanan akan melewati sebuah tempat yang ditandai dengan dua pohon Puspa raksasa. Jika sudah sampai area ini menandakan perjalanan untuk rehat sejenak, sebab masih ada dua kelokan lagi untuk sampai ke Curug Sawer.

Karena malam itu tidak ada tamu, suasana Tanakita sepiii banget. Hujan yang turun sangat deras, gak memungkinkan untuk mendirikan tenda. Kami sekeluarga pun tidur di kamar yang ada di Tanakita yang biasa dipake tidur para crew. Walopun tidur di dalam bangunan, tapi rasanya dingin banget. Karena gak semua dindingnya tertutup. Ada yang terbuka, sehingga angin bebas masuk. Brrr…

Gak tau deh itu crew Tanakita pada bangun pukul berapa. Pokoknya, pas Chi bangun udah banyak tenda yang berdiri tegak. Setelah bersantai-santai, kami pun memilih cari sarapan di salah satu warung yang ada di pintu masuk taman nasional. Sebetulnya, salah satu crew nawarin bikinin nasi goreng. Tapi gak apa-apa, lah sesekali cari jajanan di luar.
Chi dan anak-anak pilih mie instant, K’Aie cuma pilih ngopi. Selesai sarapan, ngobrol-ngobrol sebentar di rumah temen K’Aie. Setelah itu, balik ke Tanakita. Nungguin 2 emak Bandung yang mau datang.

Setelah Teh Nchie dan Mbak Al datang, hari pertama kami lalui dengan ngobrol terus. Nai sempet beberapa kali nyamperin. Awalnya, Chi pikir dia rewel karena pengen ditemenin. Tapi tambah malam, tambah rewel. Bahkan menangis karena perutnya semakin sakit. Setelah dikasih obat, Nai tidur cepat malam itu. Nai sepertinya masuk angin, karena dari berangkat asupan makannya kurang benar.

Besok paginya, setelah sarapan, kami (Chi, Teh Nchie, Mbak Al, Nai, dan Olive) berencana mau jalan-jalan ke danau. Keke gak ikut. Dia nemenin ayahnya ambil Land Rover buat ajakin kami semua off road. Uhuuy!
Di danau Situ Gunung, kami gak cuma foto-foto tapi juga naik perahu. Untuk pertama kalinya, Chi ngerasain naik perahu di danau situ gunung. Padahal udah berkali-kali ke danau ini. Kalau Keke dan Nai sih, udah pernah beberapa kali naik perahu keliling danau.

Setelah keliling danau, kami langsung ketemu sama Keke, K’Aie, dan Adam (temen K’Aie). Kami akan diajak jalan-jalan pake Land Rover. Siap-siap menjerit hahaha! Chi udah pernah diajakin jalan-jalan pake Land Rover di Tanakita. Waktu itu cuma sekeluarga dan K’Aie yang nyetir. Kali ini, Adam yang nyetir. Walopun udah pernah, tetep aja kalau mobilnya nyangkut atau lewatin jalan yang lumayan curam dan hancur bikin jejeritan 😀
Belum cukup kalau cuma off road. Lanjut lagi nyobain flying fox. Ada yang gemetaran dan lama banget negonya di atas pohon buat meluncur. Tapi setelah nyobain sekali malah ketagihan *Hayo ngaku! Hahaha* Hujan turun deras juga saat kami main flying fox. Gak apa-apa, lah. Kapan lagi emak-emak kayak kita mandi hujan dengan sengaja? Hihihi

Selesai flying fox, balik ke tenda buat bebersih, makan siang dan packing. K’Aie dan Keke sempet ngilang. Gak taunya, mereka pergi dulu buat cari duren. Mumpung lagi musim duren. Sayangnya Teh Nchie dan Mbak Al, katanya gak suka duren. Hmm … jadi deh kami makan duren tanpa mereka. Rugi lho kalau gak suka duren :p

Biarpun anak-anaknya yang liburan sekolah, sebagai emak kan kita juga berhak ikut menikmati hehe. Chi seneng banget bisa liburan bareng Teh Nchie dan Mbak Al. Semoga lain waktu bisa liburan bareng lagi, ya. 😀
Januari, 2015

Bunda Kenai

sumber: http://www.kekenaima.com/2015/01/menikmati-liburan-sekolah-di-Tanakita.html